7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif

7 Kebiasan Manusia yang Sangat Efektif

Saya baru saja selesai membaca sebuah buku dengan judul the 7 Habits oh Highly Effective People yang ditulis oleh pimpinan Covey Leadership Center yaitu Stephen R. Covey.

Covey Leadership Center itu sendiri ialah organisasi kepemimpinan di seluruh dunia bersama lebih dari 100 perusahaan Fortune 500 disamping bersama ribuan perusahaan lainnya yang berukuran sedang dan kecil dan semua tingkat pemerintahan.

Bukunya bagus, dengan isi yang jelas dan langsung mengenai sasaran. Selain itu dalam tulisannya juga dilengkapi dengan kasus-kasus permasalahan yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam bukunya Stephen menjelaskan bahwa sedikitnya ada 7 kebiasan manusia yang sangat efektif, yang bila itu dilakukan akan mempengaruhi kehidupan pribadi maupun sosial kita.

Baca juga : Karakter yang Harus Anda Miliki untuk Menjadi Orang Sukses

Daripada bikin penasaran, langsung aja kita kupas satu per satu apa saja kebiasaan-kebiasaan tersebut.

  • Jadilah Proaktif

Kata proaktif ini lebih dari hanya sekedar mengambil inisiatif. Kata ini berarti bahwa sebagai manusia, kita bertanggung jawab atas hidup kita sendiri. Perilaku kita adalah fungsi dari keputusan kita, bukan kondisi kita. Kita dapat menomorduakan perasaan sesudah nilai. Kita mempunyai inisiatif dan tanggung jawab untuk membuat segala sesuatunya terjadi.

Lihatlah kata responsibility (tanggung jawab), “response-ability” kemampuan untuk memilih respons Anda. Orang yang sangat proaktif mengenali tanggung jawab itu. Mereka tidak menyalahkan keadaan, kondisi, atau pengkondisian untuk perilaku mereka. Perilaku mereka adalah produk dari pilihan sadar mereka, berdasarkan nilai, dan bukan produk dari kondisi mereka berdasarkan perasaan.

Karena kita secara alamiah proaktif, jika hidup kita berdasarkan fungsi dari pengkondisian dan kondisi, hal ini karena kita, melalui keputusan sadar atau kelalaian kita, memilih untuk memberi kekuatan pada fungsi-fungsi tersebut untuk mengendalikan diri kita.

  • Merujuk pada Tujuan Akhir

Merujuk pada tujuan akhir berarti memulai dengan pengertian yang jelas tentang tujuan Anda. Hal ini berarti mengetahui ke mana Anda akan pergi sehingga Anda sebaiknya mengerti di mana Anda berada sekarang dan dengan begitu Anda tahu bahwa langkah-langkah yang Anda ambil selalu berada pada arah yang benar.

Mudah sekali untuk terjerembab pada perangkap aktivitas, dalam kesibukan hidup, bekerja makin keras menaiki anak tangga keberhasilan hanya untuk sadar bahwa tangga tersebut bersandar pada dinding yang salah. Adalah mungkin untuk menjadi sibuk, sangat sibuk, tanpa menjadi sangat efektif.

  • Dahulukan yang Utama

Tingkat sejauh mana kita telah mengembangkan kehendak bebas kita dalam kehidupan kita sehari-hari diukur melalui integritas pribadi kita. Integritas pada hakikatnya adalah nilai yang kita berikan pada diri kita sendiri. Ia merupakan kemampuan untuk membuat dan memenuhi komitmen pada diri kita sendiri, untuk “menjalankan apa yang kita katakan.” Integritas adalah kehormatan pada diri kita sendiri, suatu bagian fundamental dari etika karakter, inti dari pertumbuhan proaktif.

Manajemen diri yang efektif mendahulukan yang utama. Sementara kepemimpinan memutuskan apa saja “hal-hal yang utama” itu. Manajemen lah yang mendahulukan hal-hal tersebut, hari demi hari, saat demi saat. Manajemen adalah disiplin dalam melaksanakannya.

  • Berpikir Menang/Menang

Menang/menang adalah kerangka pikiran dan hati yang terus-menerus mencari keuntungan bersama dalam semua interaksi manusia. Menang/menang berarti bahwa kesepakatan atau solusi memberikan keuntungan dan kepuasan yang timbal balik. Dengan solusi yang menang/menang, semua pihak merasa senang dengan keputusannya dan merasa terikat dengan rencana tindakannya. Menang/menang melihat kehidupan sebagai arena yang kooperatif, bukan kompetitif. Sebagian orang berpikir secara dikotomi ; kuat atau lemah, keras atau lunak, menang atau kalah. Akan tetapi cara berpikir seperti ini pada dasarnya cacat. Cara berpikir ini didasarkan pada kekuasaan dan posisi dan bukan pada prinsip. Menang/menang didasarkan pada paradigma bahwa ada banyak untuk setia orang, bahwa keberhasilan satu orang tidak dicapai dengan mengorbankan atau menyingkirkan keberhasilan orang lain.

Menang/menang adalah kepercayaan akan alternatif ketiga. Ia bukan jalan Anda atau jalan saya; ia adalah jalan yang lebih baik, jalan yang lebih tinggi.

luginahijab.com
  • Berusaha Mengerti Terlebih Dahulu, Baru Dimengerti

Berusaha mengerti terlebih dahulu memerlukan perubahan paradigma yang sangat mendalam. Kita biasanya berusaha lebih dahulu untuk dimengerti. Kebanyakan orang tidak mendengar dengan maksud untuk mengerti; mereka mendengar dengan maksud untuk menjawab. Mereka entah berbicara atau bersiap untuk berbicara. Mereka menyaring segalanya melalui paradigma mereka sendiri, membacakan autobiografi mereka ke dalam kehidupan orang lain.

Anda mungkin tidak memproyeksikan autobiografi Anda dalam interaksi yang aktual, tetapi motif Anda dalam mendengarkan adalah motif autobiografi. Anda tidak mendengarkan dengan keterampilan reflektif, tetapi Anda mendengarkan dengan maksud untuk menjawab, untuk mengendalikan, untuk memanipulasi.

Mendengarkanlah dengan empatik. Maksudnya mendengar dengan maksud untuk mengerti. Berusahalah terlebih dahulu untuk mengerti, untuk benar-benar mengerti. Ini adalah paradigma yang sepenuhnya berbeda.

Mendengar secara empatik masuk ke dalam kerangka acuan orang lain. Anda memandang keluar melewati kerangka acuan itu, Anda melihat dunia dengan cara mereka melihat dunia, Anda mengerti paradigma mereka, Anda mengerti bagaimana perasaan mereka.

  • Wujudkan Sinergi

Jika dimengerti dengan benar, sinergi adalah aktivitas tertinggi dalam semua kehidupan, ujian dan manifestasi sebenarnya dari semua kebiasaan lain digabungkan menjadi satu.

Bentuk-bentuk tertinggi dari sinergi memfokuskan empat anugerah manusia yang unik, motif menang/menang, dan keterampilan komunikasi empatik pada tantangan terbesar yang kita hadapi dalam hidup. Hasilnya nyaris merupakan mukjizat. Kita menciptakan alternatif baru, sesuatu yang tidak ada di sana sebelumnya.

Sinergi adalah intisari dari kepemimpinan yang berpusat pada prinsip. Sinergi adalah intisari dari keorangtuaan yang berpusat pada prinsip. Sinergi berfungsi sebagai katalisator, menyatukan, dan melepaskan kekuatan terbesar dalam diri manusia. Semua kebiasaan yang sudah kita bahas menyiapkan kita untuk menciptakan mukjizat sinergi.

Apakah sinergi? Didefinisikan secara sederhana, sinergi berarti keseluruhannya lebih besar dari pada jumlah bagian-bagiannya. Ia berarti hubungan antar bagian dimana bagian-bagian itu merupakan bagian di dalam dan dari hubungan itu sendiri. Sinergi bukan merupakan suatu bagian belaka, melainkan bagian yang paling bersifat katalisator, paling memberdayakan, paling menyatukan dan paling menyenangkan.

  • Asahlah Gergaji

Kebiasaan ini memelihara dan meningkatkan aset terbesar Anda, yaitu diri Anda. Kebiasaan ini memperbarui keempat dimensi alamiah Anda, yaitu fisik, spiritual, mental dan sosial/emosional.

Dimensi Fisik

Dimensi fisik meliputi pemeliharaan fisik kita secara efektif, memakan jenis makanan yang tepat, mendapatkan istirahat dan relaksasi yang memadai, dan berolahraga secara teratur.

Dimensi Spiritual

Dimensi spiritual adalah inti Anda, pusat Anda, komitmen Anda pada sistem nilai Anda. Daerah yang amat pribadi dari kehidupan dan sangat penting. Dimensi ini memanfaatkan sumber yang mengilhami dan mengangkat semangat Anda dan mengikat Anda pada kebenaran tanpa batas waktu mengenai semua humanitas. Dan orang melakukannya dengan cara yang sangat berbeda.

Dimensi Mental

Sebagian besar dari perkembangan mental dan disiplin studi kita berasal dari pendidikan formal. Tetapi segera sesudah kita meninggalkan disiplin eksternal sekolah, banyak dari kita membiarkan otak kita terhenti pertumbuhannya. Kita tidak lagi membaca secara serius, kita tidak menjajaki subjek baru secara mendalam di luar bidang aktivitas kita, kita tidak berpikir secara analitis, kita tidak menulis, sedikitnya tidak kritis atau tidak dengan cara tertentu menguji kemampuan kita mengekspresikan diri dalam bahasa yang baik, jelas dan ringkas.

Dimensi Sosial/Emosional

Dimensi sosial dan emosional kehidupan kita terikat bersama karena kehidupan emosional kita terutama, meskipun tidak semata-mata, dikembangkan dari dan dimanifestasikan dalam hubungan kita dengan orang lain.

Pembaruan dimensi sosial/emosional kita tidak membutuhkan waktu dalam pengertian yang sama dengan yang dibutuhkan untuk pembaruan dimensi-dimensi lain. Kita dapat melakukannya dalam interaksi kita yang normal sehari-hari dengan orang lain. Tetapi ini tentu saja memerlukan latihan.

Itulah 7 kebiasan manusia yang sangat efektif menurut Stephen R. Covey, semoga kita dapat mengambil pelajaran dari ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *