Tips Membuat Business Plan Sederhana

      No Comments on Tips Membuat Business Plan Sederhana

Para pakar usaha mengatakan “gagal merencanakan usaha berarti merencanakan kegagalan”. Itulah yang menjadi alasan mengapa dalam memulai sebuah usaha perlu adanya perencanaan yang matang terlebih dahulu.

Dalam merencanakan sebuah usaha, kita perlu membuat yang namanya Business Plan atau perencanaan usaha secara tertulis dan matang.

Business plan ini nantinya kita gunakan sebagai dasar atau landasan kita dalam memulai usaha. Selain itu, business plan juga dapat kita gunakan untuk menarik investor.

Berhasil dan tidaknya kita dalam menarik investor, akan bergantung kepada baik dan buruknya busniss plan yang kita buat. Business plan yang baik akan membuat investor merasa yakin untuk invest dalam usaha kita. Sebaliknya, business plan yang buruk, dapat membuat para investor tidak tertarik sama sekali.

Berikut ini beberapa tips dalam membuat business plan secara sederhana. Apa saja?

Baca juga : Tips Budidaya Ikan Cupang

Latar Belakang

Bagian paling awal yang harus dipikirkan dalam membuat business plan ialah latar belakang. Pada bagian ini, Anda diharuskan untuk memaparkan alasan-alasan apa saja yang mendasari mengapa usaha ini harus dilakukan.

Bagian ini juga yang menjadi dasar kita untuk menganalisa peluang yang ada. Ketika didapati banyak sekali peluang, maka usaha tersebut sangat mungkin untuk didirikan. Sebaliknya, apabila ternyata sama sekali tidak ada peluang, maka sebaiknya kita memikirkan untuk membuat usaha yang lain.

Visi dan Misi

Setelah selesai menjelaskan bagian latar belakang, selanjutnya adalah menyusun bagian visi dan misi usaha. Bagian ini sebaiknya dibuat dengan jelas dan gamblang agar tidak disalahartikan oleh calon investor.

Kemukakan apa yang menjadi visi dan misi usaha yang akan Anda buat. Buatlah seyakin mungkin tetapi measurable atau terukur. Artinya kita tidak boleh melebih-lebihkan, utarakan apa adanya dan tentunya dapat Anda realisasikan.

Gambaran Produk

Ketika mengajukan business plan kepada calon investor, Anda juga wajib mendeskripsikan produk bisnis dengan jelas dan mudah dimengerti.

Paparkan apa saja produk atau jasa yang akan Anda jual secara lengkap. Ingat, tidak perlu dilebih-lebihkan, paparkan apa adanya.

luginahijab.com

Rencana Usaha

Bagian ini memuat informasi teknis yang cukup mendetail seputar bisnis yang ingin Anda kelola, diantaranya meliputi :

Persiapan

Seperti halnya menjalankan usaha pada umumnya, persiapan disini meliputi informasi penjelasan seputar proses pencarian bahan baku, pengolahan, hingga sampai ke target pasar.

Strategi Pemasaran

Anda bisa mengisi bagian ini dengan berbagai metode pemasaran digital maupun tradisional untuk menarik calon pelanggan. Jangan lupa tampilkan juga strategi pemasaran yang terdiri dari segmen pasar, target pasar, serta positioning produk agar bisa lebih bersaing dengan jenis usaha sejenis.

Rencana Anggaran

Pada bagian ini Anda memaparkan anggaran dana yang dibutuhkan dari A sampai Z. Mulai dari tempat sampai ke produk apa yang akan Anda jual, dan hitung berapa anggaran dana yang dibutuhkan.

Sebaiknya dalam rencana anggaran ini dibuat secara detail agar keakuratannya pasti, jadi ketika Anda memulai untuk melaksanakan usaha, tidak ada lagi anggaran tambahan yang harus Anda keluarkan di tengan jalan.

Sumber Anggaran

Sumber anggaran bisa berasal dari dana pribadi, urun dana (crowdfunding), investasi atau pinjaman. Tulislah keterangan informasi dari sumber dana tersebut secara rinci dan gamblang. Tujuannya agar jelas perhitungannya, sehingga tidak akan memunculkan perselisihan di kemudian hari.

Struktur Organisasi

Dalam menjalankan bisnis kita juga harus memiliki struktur organisasi yang jelas dan bisa dimintai pertanggungjawaban. Adapun untuk ukuran bisnis yang relatif sedang hingga kecil, Anda tidak perlu memiliki struktur bisnis hingga level direktur, yang penting ada batasan yang jelas antara manajemen dan pengurus harian.

Estimasi Pendapatan

Untuk lebih meyakinkan investor, bila diperlukan tambahkan bagian estimasi pendapatan, baik secara harian, mingguan, bulanan ataupun tahunan.

Gambarkan secara jelas dan apa adanya, jangan karena Anda ingin menarik minat investor, estimasi pendapatan Anda buat secara asal dan dilebih-lebihkan. Investor yang berpengalaman akan tahu mana estimasi pendapatan yang masuk akal dan mana estimasi pendapatan yang dibuat-buat.

Itulah penjelasan singkat mengenai business plan dan poin-poin penting apa saja yang harus Anda cantumkan di dalamnya. Business plan yang Anda buat untuk pribadi Anda sendiri, tentu berbeda dengan business plan yang akan Anda buat untuk menarik calon investor.

Setiap calon investor mempunyai standar informasi berbeda-beda yang mereka perlukan dalam melihat business plan, maka dari itu Anda perlu memastikan kebutuhan informasi calon investor terlebih dahulu sebelum Anda membuat business plan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *