Smarter Faster Better Karya Charles Duhigg

Smarter Faster Better
Smarter Faster Better

Smarter Faster Better Karya Charles Duhigg – Buku ini adalah buku kedua yang saya baca dari karya Charles Duhigg. Buku pertama karya Charless Duhigg berjudul The Power oh Habbit. Bukunya bagus dan itulah salah satu alasan saya untuk membaca karya lainnya dari Charles Duhigg.

Pada kesempatan kali ini saya tidak akan mengulas panjang mengenai buku The Power of Habbit, mungkin lain waktu saya akan membuatkan ikhtisarnya untuk Anda. Sekarang kita akan mengulas poin-poin penting yang disampaikan oleh Charles Duhigg dalam bukunya yang berjudul Smarter Faster Better.

Tentang Penulis

Charles Duhigg lahir pada tahun 1974, ia adalah seorang jurnalis dan penulis non-fiksi Amerika. Ia juga seorang reporter untuk The New York Times, saat ini menulis untuk The New Yorker Magazine.

Charles Duhigg merupakan penulis dua buku tentang kebiasaan dan produktivitas, berjudul The Power of Habbit: Why We Do What We Do In Life and Business dan Smarter Faster Better.

Pada 2013, Duhigg adalah penerima penghargaan Pulitzer untuk pelaporan penjelasan rangkaian dari sepuluh artikel tentang praktik bisnis Apple dan perusahaan teknologi lainnya.

Baca juga : Ikhtisar Buku Bagaimana Mencari Kawan dan Memengaruhi Orang Lain

Smarter Faster Better

Buku ini terdiri dari delapan bab. Masing-masing bab memuat beberapa alur cerita berdasar kisah nyata yang sangat inspiratif dan berisi poin-poin penting. Skema penulisan buku ini memang mirip dengan buku Chicken Soup for The Soul karya dari Jack Canfield dan Mark Victor Hansen.

Kisah yang diangkat dalam buku ini begitu beragam, mulai dari kisah heroik seorang Pilot Qantas Airways yaitu Kapten Richard Champion de Crespigny yang berhasil mendaratkan pesawat dalam kondisi paling rusak dengan aman di Bandara Changi Singapura.

Sebelum melakukan penerbangannya, Crespigny menyiagakan awaknya mengenai model-model mental yang ia harapkan akan mereka gunakan.

Kisah lainnya mengangkat mengenai proses pembuatan film Frozen yang disutradai oleh Chris Buck, penulis skenario Jennifer Michelle Lee yang merangkap sebagai second sutradara dan tim. Mereka mendapati alur cerita yang buruk ketika melakuakan penayangan percobaan 18 bulan sebelum penayangan perdana.

Mereka bergelut dengan waktu dan berhasil merubah alur cerita berdasarkan kisah asli dunia nyata dan pengalaman-pengalaman emosional yang pernah dialami oleh masing-masing anggota dalam tim.

Sampai akhirnya film Frozen berhasil meraih Academy Award untuk kategori Film Animasi Panjang Terbaik pada 2014. Dan “Let It Go” mendapat Academy Award untuk Lagu Orisinal Terbaik.

Semua kisah dalam buku Smarter Faster Better yang diangkat memiliki poin-poin tersendiri, secara ringkas dapat kita simpulkan ke dalam beberapa gagasan penting, diantaranya:

Membangkitkan Motivasi

Pertama, buat pilihan yang menjadikan Anda memegang kendali. Bila Anda membalas surat elektronik, tulislah kalimat awal yang menyampaikan pendapat atau keputusan Anda. Bila Anda harus melakukan percakapan yang sulit, tentukan sebelumnya dimana percakapan itu akan dilangsungkan. Pilihan apa tepatnya yang diambil itu sebenarnnya kalah berarti dibandingkan penegasan kendali dalam memicu motivasi.

Kedua, cari tahu dimana tugas itu terhubung dengan sesuatu yang penting bagi Anda. Jelaskan kepada diri sendiri mengapa tugas itu akan membuat Anda semakin dekat dengan tujuan yang bermakna. Jelaskan mengapa tugas itu penting, dan kemudian Anda pun akan mendapati hal tersebut lebih mudah untuk diawali.

Menentukan Tujuan

Pertama, pikirkan satu tujuan regang (sudah ditentukan sebelumnya), ambisi yang mencerminkan aspirasi-aspirasi terbesar Anda.

Kedua, pecah tujuan itu menjadi sejumlah bagian dan kembangkan sasaran-sasaran SMART (Spesifik, Mudah diukur, Akan tercapai, Realistis, Terencana waktunya).

Tetap Fokus

Bayangkan apa yang akan terjadi. Apa yang akan terjadi terlebih dahulu? Apa halangan-halangan yang mungkin muncul? Bagaimana mencegahnya? Menuturkan cerita yang Anda harapkan akan jadi mempermudah pengambilan keputusan ke mana seharusnya fokus Anda terarah kerika rencana Anda sedang dijalankan.

luginahijab.com
luginahijab.com

Mengambil Keputusan yang Lebih Baik

Pertama, bayangkan banyak kemungkinan masa depan. Dengan mendorong dan membayangkan berbagai kemungkinan, sebagian di antranya mungkin saling bertolak belakang, Anda lebih siap untuk mengambil keputusan yang bijak.

Kedua, kita dapat mengasah naluri Bayesan (jenis prediksi berbeda membutuhkan jenis penalaran berbeda) kita dengan mencari-cari sudut pandang dan pengalaman berdeda, serta gagasan orang lain. Dengan mencari informasi dan kemudian membiarkan diri merenungkannya, pilihan yang kita punya pun menjadi lebih jelas.

Tim Lebih Efektif

Pertama, kelola bagaimana bukan siapa dalam tim. Keamanan psikologi muncul ketika setiap orang merasa mereka bisa berbicara secara kurang lebih sama banyak dan ketika rekan-rekan setim menunjukan mereka peka terhadap perasaan satu sama lain.

Kedua, bila Anda memimpin tim pikirkan tentang pesan yang disampaikan oleh pilihan-pilihan Anda. Apakah Anda mendorong kesetaraan dalam berbicara, atau menghargai yang suaranya paling nyaring? Apakah Anda menunjukkan kalau Anda mendengarkan dengan cara mengulangi apa yang orang katakan dan menjawab pertanyaan serta memikirkan mereka?

Apakah Anda mencontohkan kepekaan dengan bereaksi ketika seseorang tampak sedih atau bingung? Apakah Anda menunjukkan kepekaan itu agar orang lain mengikuti teladan Anda?

Mengelola Orang Lain Secara Produktif

Pertama, teknik-teknik manajemen ramping dan gesit memberitahu kita bahwa pegawai bekerja secara lebih cerdas dan lebih baik sewaktu mereka percaya mereka memiliki lebih banyak kewenangan dalam pengambilan keputusan dan ketika mereka percaya kolega-kolega mereka berkomitmen demi keberhasilan bersama.

Kedua, dengan memberi wewenang pengambilan keputusan ke siapa pun yang paling dekat dengan suatu masalah, manajer memanfaatkan kepakaran setiap orang dan memicu inovasi.

Ketiga, rasa memegang kendali dapat mendongkrak motivasi, namun agar dorongan itu menghasilkan wawasan dan solusi, orang-orang perlu tahu bahwa saran-saran mereka tidak akan diabaikan dan bahwa kesalahan-kesalahan mereka tidak akan digunakan untuk menyulitkan mereka.

Mendorong Inovasi

Pertama, kreativitas kerap kali muncul dan kombinasi gagasan-gagasan lama dengan cara-cara baru, dan “perantara inovasi” adalah kuncinya. Agar menjadi perntara dan mendorong orang lain menjadi perantara dalam organisasi Anda.

Kedua, pekalah terhadap pengalaman-pengalaman Anda sendiri. Memperhatikan bagaimana berbagai hal membuat kita berpikir dan merasa adalah cara kita menghasilkan hal yang klise dari wawasan sejati. Pelajarilah reaksi-reaksi dari emosional Anda sendiri.

Ketiga, sadarilah bahwa stres yang muncul dalam proses kreatif bukanlah pertanda bahwa segala sesuatunya berantakan. Keputusasaan kreatif justru kerap kali kritis: Sering kali kecemasan adalah hal yang mendorong kita untuk melihat gagasan-gagasan lama dengan cara-cara baru.

Keempat, ingatlah bahwa rasa lega yang menyertai terobosan kreatif, meskipun manis, juga dapat membutakan kita terhadap alternatif-alternatif yang ada. Dengan memaksa kita mengktitik apa yang telah kita lakukan, dengan membuat diri kita memandangnya dari persepektif berbeda, dengan memberi kewenangan baru kepada orang yang belum pernah memilikinya, kita mempertahankan pandangan yang jernih.

Menyerap Data Lebih Baik

Sewaktu kita menjumpai informasi baru, kita harus memaksa diri melakukan sesuatu dengannya. Tuliskan catatan untuk diri sendiri yang menjelaskan tentang apa yang baru saja Anda pelajari, atau carilah cara kecil untuk menguji suatu gagasan, atau buat grafik dari serangkaian titik data di atas selembar kertas, atau paksa diri menjelaskan suatu gagasan kepada seorang teman.

Setiap pilihan yang kita buat dalam kehidupan adalah percobaan, kuncinya adalah membuat diri sendiri melihat data yang tertanam dalam keputusan-keputusan itu, dan kemudian menggunakannya dengan suatu cara agar kita belajar darinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *