Hypno Selling: Taktik Jualan Tanpa Penolakan

Hypno Selling: Taktik Jualan Tanpa Penolakan
Hypno Selling: Taktik Jualan Tanpa Penolakan

Hypno Selling: Taktik Jualan Tanpa Penolakan – Ini adalah judul buku karya dari Darmawan Aji yang akan kita ulas pada kesempatan kali ini. Buku ini mulai diterbitkan pada tahun 2017 oleh penerbit Dinamika Transformasi Asia.

Baca juga : Tips Membuat Business Plan Sederhana

Tentang Penulis

Darmawan Aji adalah seorang Professional Coach berbasis NLP (Neuro Linguistic Programming – disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara bahasa, pikiran dan perilaku manusia)

Beliau juga merupakan salah satu dari sedikit NLP Trainer yang berhak memberikan program sertifikasi NLP Practitioner NLP Master, dan NLP Coach dari National Federation of NLP di Indonesia.

Apa itu Hypno Selling

Hypno Selling adalah sebuah taktik penjualan dengan menerapkan prinsip-prinsip hypnosis. Hypno selling menggunakan sebuah teknik yang disebut dengan conversation hypnosis.

Conversation hypnosis adalah sebuah teknik untuk meningkatkan sugestibilitas kepada kawan bicara kita. Dengan teknik ini informasi yang kita sampaikan akan lebih mudah masuk ke kawan bicara kita, tanpa penolakan.

Conversational hypnosis dikenal juga dengan nama covert hypnosis atau hypnosis terselubung. Dalam penjualan, metode ini sangat bermanfaat untuk digunakan.

Mengenal Istilah Hypnosis

Hypnosis adalah fenomena ketika kita fokus terlibat pada satu aktivitas, dimana perhatian kita terserap pada aktivitas tersebut sehingga kita cenderung mengabaikan lingkungan di sekitar kita.

Hypnosis adalah sebuah ilmu yang bisa dipelajari oleh siapa saja, dan ilmu ini merupakan ilmu yang bisa dipertanggungjawabkan serta masuk akal. Tidak seperti mitos yang berkembang yang menyebutkan bahwa hypnosis adalah ilmu sesat, ilmu hitam, sihir dan sebagainya. Itu tidak benar.

Adapun mitos-mitos itu berkembang karena adanya tiga penyebab utama penyebaran, yaitu:

Kesalahan Pemberian Istilah

Istilah hypnosis populer pada tahun 1880-an di kalangan para dokter. Waktu itu hypnosis adalah metode utama dalam menghilangkan rasa nyeri saat operasi.

Istilah ini dibuat oleh seorang dokter bedah terhormat dr. James Braid pada 1842, ilmunya dikenal dengan nama Hypnotism. Istilah hypnosis dan hypnotism ini diambil dari kata hypnos (bahasa Latin) yang berarti tidur.

Braid memberi istilah metodenya sebagai Neuro-hypnotism atau kondisi tidurnya saraf. Sayangnya istilah itu justru menjadi bumerang. Masyarakat awan menganggap kondisi tidurnya saraf sebagai kondisi hilangnya kendali diri.

Hingga kemudian pada 1885 James Braid mengubah istilah Neuro-hypnotism menjadi Mono-ideaism atau kondisi saat perhatian seseorang terpusat pada ide tunggal. Menurut Braid, istilah ini lebih mendekati fenomena yang dimaksud.

Sayangnya istilah hypnosis sudah terlanjur menyebar kemana-mana. Termasuk juga kesalahpahaman terhadap maknanya.

luginahijab.com
luginahijab.com

Efek dari Novel dan Film Seputar Hypnosis

Pada 1894 George Du Maurier menulis novel Tribly. Di dalam novel tersebut ada tokoh jahat yang bernama Svengali yang dikisahkan menggunakan hypnosis untuk mengendalikan orang lain.

Novel ini menyebar luas bahkan difilmkan pada 1931. Tokoh Svengali kemudian menginspirasi novel-novel lain. Hypnosis pun menjadi metode para tokoh jahat dalam mengenadalikan orang lain.

Tayangan Stage Hypnosis atau Hipnosis Pertunjukan di Televisi

Pernah melihat pertunjukan hypnosis? Ketika seseorang disuruh untuk melakukan apa saja. Menelepon dengan sepatunya, bertingkah seperti ayam, menceritakan rahasia hidupnya dan berbagai perilaku yang tak masuk akal lainnya.

Seakan-akan mereka seperti Zombie yang dikendalikan oleh seorang Hypnotist. Fenomena seperti ini membuat orang berpikir hypnosis bisa memaksa orang bertindak di luar kendalinya.

Padahal menurut riset tahun 1990, pemikiran ini tidak terbukti. Mereka mau berprilaku seperti itu karena mereka mau dan berniat menghibur. Ketika sugesti yang diberikan bertentangan dengan nilai dan prinsip moralnya, sugesti menjadi tidak berpengaruh.

Kesimpulan Isi Buku

Dari 238 halaman isi buku, sebagian besarnya Darmawan Aji memaparkan teknik dan metode pemilihan kata yang bisa kita pakai dalam menarik kawan bicara dan bisa membeli produk yang kita tawarkan.

Bagi Anda yang suka dengan buku-buku praktis, buku ini sangat cocok untuk Anda baca. Silahkan Anda membelinya dan mempraktekannya. Adapun secara garis besar, isi dari buku tersebut dapat kita simpulkan sebagai berikut:

Pertama, menjual adalah membantu orang lain untuk mendapatkan apa saja yang mereka inginkan. Maka, fokus kita adalah orang lain. Bukan keinginan dan minat kita, namun keinginan dan minat orang lain.

Anda menjual kepada manusia. Perlakukan pelanggan Anda sebagai manusia. Perlakukan mereka sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Sebelum menggunakan kacamata mereka, lepas dulu kacamata Anda. Pahami orang lain terlebih dahulu baru orang lain akan memahami Anda.

Kedua, semua komunikasi yang efektif adalah hypnosis. Hypnosis bukanlah magic, hypnosis bukanlah klenik, hypnosis hanya sebuah cara untuk berkomunikasi dengan lebih efektif.

Ketiga, penjualan adalah sebuah proses. Jalani prosesnya dan keberhasilan akan mendatangi Anda.

Itulah sedikit ulasan dari buku Hypno Selling karya Darmawan Aji. Semoga dapat menginspirasi kita semua. Untuk Anda yang ingin mempelajari ilmunya lebih dalam, saya sarankan Anda untuk membaca bukunya langsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *