Mengapa Ramadhan Lebih Boros, Ini Penyebabnya

Mengapa Ramadhan Lebih Boros
Mengapa Ramadhan Lebih Boros

Mengapa Ramadhan Lebih Boros, Ini Penyebabnya – Bulan ramadhan ialah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Di bulan ramadhan ini juataan bahkan milyaran umat islam di seluruh dunia berlomba-lomba dalam kebaikan mencari pahala dan ampunan dari Allah SWT.

Di bulan ramadhan, sebagai umat islam wajib hukumnya untuk kita menjalankan ibadah puasa. Esensi dari puasa itu sendiri ialah menjaga dan menahan diri. Menjaga diri dari hal-hal negatif yang bersumber dari nafsu dunia, baik itu nafsu yang melibatkan perut atau pun nafsu yang melibatkan kemaluan.

Ketika berpuasa kita dituntut untuk merubah pola makan kita. Pola makan yang biasanya 3 kali sehari menjadi hanya 2 kali sehari saja. Jika kita kaitkan dengan aspek finansial, secara logika harusnya pengeluaran kita berkurang 1/3 dari biasannya.

Tetapi kenyataannya, ketika di bulan ramadhan orang-orang cenderung lebih boros. Berikut beberapa penyebabnya:

Baca juga: Tips Mengatur Keuangan Menurut Islam

Penyebab #1: Harga Kebutuhan meningkat

Tidak dipungkiri, saat memasuki bulan ramadhan harga kebutuhan akan cenderung naik. Salah satu alasannya ialah kebutuhan masyarakat yang meningkat, mereka cenderung lebih impulsif dalam berbelanja untuk persediaan selama ramadhan, sementara pasokan yang ada di pasar jumlahnya tetap.

Selain itu, di bulan ramadhan juga ada tradisi mudik yang mengharuskan kita untuk mengeluarkan uang tambahan untuk biaya transportasi. Mungkin di tahun 2021 ini kita tidak akan mengeluarkan uang tambahan ini karena pemerintah melarang kita untuk mudik. Tetapi, secara umum apabila kondisinya normal biaya ini mau tidak mau harus kita keluarkan.

Penyebab #2: Kalap Ketika Membeli Menu Berbuka Puasa

Setelah seharian penuh menahan lapar dan dahaga, tentu seuara adzan Maghrib menjadi moment yang paling dinanti. Inilah moment dimana kita biasanya lapar mata dan ingin membeli semua makanan dan minuman yang ada. Beli ta’jil berupa teh manis, gorengan, kolak, nasi beserta lauk, dan lain sebagainya.

Keinginan kita untuk mencicipi segala macam jajanan atau makanan yang dijajakan itulah yang membuat pengeluaran kita makin boros. Padahal, membeli nasi berserta lauk dan munum saja dirasa sudah cukup.

Penyebab #3: Terlalu Banyak Bukber

Kata siapa di saat pandemi ini kita gak boleh bukber? Buktinya restoran dan tempat makan diperbolehkan tetap beroperasi oleh pemerintah. Ada keinginan untuk melakukan bukber di luar?

Coba pikirkan lagi deh. Memang, buka bersama teman-teman akan terasa mengasyikan. Namun, jika hal tersebut dilakukan terlalu sering, apa yang akan terjadi dengan isi dompet kita.

Penyebab #4: Ada Promosi dan Diskon Selama Ramadhan

Jika berkunjung ke pusat perbelanjaan atau mungkin sekarang marketplace, banyak tempat perbelanjaan yang seolah-olah berlomba untuk memberikan diskon besar-besaran. Karena kehebohan itulah, kita jadi terpengaruh untuk membeli berbagai macam barang.

Padahal, sebenarnya barang-barang tersebut tidak benar-benar kita butuhkan. Cobalah untuk berpikir jernih ketika kita dihadapkan dengan godaan diskon tersebut.

Penyebab #5: Merasa Tenang karena akan Mendapat THR

Tunjangan hari raya atau THR menjadi hal yang sangat dinantikan karena merupakan uang tambahan bagi kita, setelah kita menghambur-hamburkan isi dompet.

Sisi negatifnya, mendapat THR malah membuat kita semakin ingin belanja lantaran merasa memiliki uang lebih. Padahal, THR juga perlu dikelola dengan bijak supaya tidak habis begitu saja.

Itulah beberapa penyebab yang membuat kita boros selama bulan ramadhan. Alangkah baiknya apabila kita lebih bijak dalam mengeluarkan uang, karena agama islam pun melarang kita untuk berperilaku boros.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *